JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pergantian besar-besaran pada pucuk pimpinan lembaga Badan Gizi Nasional (BGN). Salah satu figur baru yang diangkat untuk mengisi posisi strategis tersebut adalah Agustina Arumsari, yang kini resmi menjabat sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.
Sebelum mendapatkan penugasan baru ini, Agustina memiliki rekam jejak yang panjang di bidang pengawasan keuangan negara. Mengutip situs Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Agustina menjabat sebagai Wakil BPKP sejak dilantik pada 19 Februari 2025 lalu. Lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) itu mengawali kariernya sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Provinsi Sumatra Barat.
Selama berkarier di BPKP, pengetahuannya di bidang investigasi sangat krusial. Agustina pernah menjabat sebagai Direktur Investigasi Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah pada 2017. Kariernya terus menanjak secara berlanjut sebagai Direktur Investigasi III pada 2019, hingga akhirnya dipercaya sebagai Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi pada 2020.
Dalam perombakan ini, Agustina dipercaya sebagai Wakil Kepala BGN baru bersama dengan Mayjen TNI Trenggono. Keduanya masuk untuk memperkuat struktur lembaga yang kini dipimpin oleh Nanik S Deyang Wakil Kepala BGN yang Kini Ditunjuk Jadi Kepala Badan Gizi Baru setelah adanya pergeseran posisi ketua.
Bersamaan dengan pelantikan pimpinan baru tersebut, Wakil Kepala BGN sebelumnya, Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya dicopot dari jabatannya. Keputusan tegas ini menjadi bagian dari langkah evaluasi total setelah Presiden Prabowo Copot Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana dari posisi puncak lembaga tersebut.
Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkap alasan Presiden Prabowo mencopot tiga pucuk pimpinan BGN. Ia mengatakan selama 1,5 tahun, ada catatan-catatan terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis. Catatan itu di antaranya terkait kedisiplinan di dalam menjalankan SOP, kedisplinan menjalankan tata kelola, dan kedisplinan menjaga kualitas makanan.
“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan di dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan di dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo Hadi dalam konferensi pers, Selasa (2/6).
Masuknya Agustina Arumsari dengan latar belakang kuat di bidang investigasi dan pengawasan diharapkan mampu membenahi manajemen internal dan menegakkan disiplin tata kelola di tubuh Badan Gizi Nasional.